ESDM: Iran rencana Bangun Kilang Baru di Indonesia

JAKARTA – Perusahaan minyak nasional Iran atau National Iranian Oil Company berencana membangun kilang minyak baru di Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan usulan Iran terkait rencana membangun kilang minyak baru.

“Usul dari Iran, mereka usul mau bangun kilang baru,” ujar Wirat di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/8).

Lebih lanjut Wirat mengemukakan, rencana kapasitas kilang minyak baru diperkirakan lebih dari 100.000 barel per hari. “Yang diusulkan bisa 100 ribu (bph) sampai ke atas. Dan crude dari mereka,” tuturnya.

PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan preliminary study terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan – Asmari). Cadangan diperkirakan lebih dari 5 miliar barel.

Penandatanganan dilakukan pada Senin (8/8) oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Managing Director NIOC Ali Kardor yang disaksikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Islam Iran merangkap Republik Turkmenistan Octavino Alimudin di Teheran, Iran. Selain peluang bisnis hulu, kedua perusahaan juga sepakat untuk menjajaki peluang bisnis lainnya.

Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Pertamina memiliki waktu enam bulan untuk melakukan studi dan selanjutnya menyampaikan preliminary proposal pengembangan kedua lapangan onshore yang memiliki cadangan lebih dari 5 miliar barel tersebut. Dalam upaya penyiapan proposal tersebut, NIOC akan membuka informasi dan bekerjasama dengam tim Pertamina dalam bentuk joint working group.

Pertamina berharap agar setelah nota kesepahaman, kerja sama Pertamina dan NIOC bisa terealisasi dalam bentuk lebih konkret berupa kesepakatan kontrak untuk kedua lapangan tersebut. Sebagaimana diketahui, Iran saat ini mempersiapkan Iranian Petroleum Contract yang akan menandai babak baru industri migas di negara tersebut.

(Sunandar) 

Share.