ESDM Tawarkan Kembali 15 Wilayah Kerja Migas 2017

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menawarkan wilayah kerja minyak dan gas bumi tahun 2017. Jumlah Wilayah Kerja yang ditawarkan adalah 10 (sepuluh) Wilayah Kerja Konvensional dan 5 (lima) Wilayah Kerja Non Konvensional.

“Pemerintah mengawal betul penawaran WK ini. Sebagai perwakilan pemerintah, secara khusus saya membuka diri kepada para investor untuk dialog secara langsung. Tujuannya agar lelang WK migas 2017 ini makin diminati,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Breakfast Meeting dengan para investor migas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/7).

Seperti diketahui, penawaran 15  Wilayah Kerja migas ini melalui kontrak Gross Split dengan ekanisme Penawaran Langsung dan Lelang Reguler dengan rincian sebagai berikut:

A. Penawaran wilayah kerja Migas konvensional tahun 2017 diantaranya WK Andaman I di Lepas Pantai Aceh (7.346Km2), Andaman II Lepas Pantai Aceh (7.399,86 Km2), South Tuna Lepas Pantai Natuna (7.827,09 Km2), WK Merak Lampung di Lapas Pantai dan Daratan Banten-Lampung (5.104,17 Km2), WK Pekawai Lepas Pantai Kalimantan Timur (7.775,83 Km2), WK Yamdena Lepas Pantai dan Daratan Maluku (8.209,96 Km2), WK Kasuri III di Daratan Papua Barat (752,39 Km2).

Adapun lelang reguler/reguler tender diantaranya WK Tongkol Leps Pantai Natuna (583,98 Km2), WK East Tanimbar Lepas Pantai Maluku (8.242,81 Km2), WK Mamberamo Daratan dan Lepas Pantai Papua (7.783 Km2).

Jadwal lelang WK Migas Konvensional meliputi Akses Dokumen Lelang mulai tanggal 29 Mei 2017, dan pengembalian Dokumen Partisipasi paling lambat pada 17 Juli 2017 (untuk lelang Penawaran Langsung) dan 26 September 2017 (untuk Lelang Reguler).

B. Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Tahun 2017 melalui penawaran langsung diantaranya WK MNK Jambi I, Onshore Jambi (2.823,93 Km2), MNK Jambi II Onshore Jambi dan Sumatera Selatan (1.622,35 Km2), WK GMB West Air Komering Onshore Sumatera Selatan (1.085,00 Km2). Adapun penawaran melalui lelang reguler diantaranya WK GMB Raja Onshore Sumatera Selatan (580,50 Km2), WK GMB Bungamas Onshore Sumatera Selatan (483,60 Km2).

Jadwal lelang WK Migas Non Konvensional meliputi Akses Dokumen Lelang mulai tanggal 29 Mei 2017, dan pengembalian Dokumen Partisipasi paling lambat pada 12 Juli 2017 (untuk lelang Penawaran Langsung) dan 25 September 2017 (untuk Lelang Reguler).

C. Terms & Conditions WK Migas.

Seluruh Wilayah Kerja yang ditawarkan pada Penawaran WK Tahun 2017 ini merupakan suatu terobosan baru menggunakan skema Kontrak Bagi Hasil Gross Split sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 8 Tahun 2017 tentang Konrak Bagi Hasil Gross Split. Ketentuan besaran bagi hasil yaitu base split antara Pemerintah dan Kontraktor yang diterapkan adalah sebesar 57%:43% untuk minyak dan 52%:48% untuk gas.

“Base split ini akan disesuaikan dengan kondisi aktual lapangan nanti pada saat pengembangan lapangan melalui adjustment pada komponen variabel maupun komponen progresif,” tuturnya.

Persyaratan minimal dalam kegiatan eksplorasi (firm commitment 3 tahun pertama kontrak) untuk Wilayah Kerja Konvensional disesuaikan dengan kondisi masing-masing Wilayah Kerja.

“Jika ketersediaan data sudah mencukupi, maka persyaratan wajib dilakukan pembuktian prospek melalui pemboran sumur. Namun apabila ketersediaan data Wilayah Kerja belum mencukupi, maka persyaratan minimal dalam komitmen eksplorasi adalah seismik 2D atau 3D. Sedangkan persyaratan minimal untuk komitmen eksplorasi pada Wilayah Kerja Non Konvensional adalah mewajibkan pemboran sumur eksplorasi pada masing-masing Wilayah Kerja,” pungkasnya.

(Sunandar) 

Share.