Jelang Idul Fitri 1438, BBM, Listrik dan LPG Aman

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan persiapan jelang Idul Fitri 1438 H di 3 sektor ESDM yaitu Sektor Minyak dan Gas Bumi, Ketenagalistrikan dan Kebencanaan Geologi.

Pembentukan Satuan Tugas Sektor Energi (Satgas Energi) lintas Kementerian guna memastikan ketersedian pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), Liquefied Petroleum Gas (LPG), Listrik, hingga antisipasi bencana kegeologian sebelum dan selama Idul Fitri 1438 H, untuk memastikan semuanya berada pada posisi aman bagi masyarakat.

Kesiapan sektor migas untuk penyediaan BBM dan LPG secara nasional tidak ada kendala. Depot kritis terjadi pada TBBM Dumai (Pertamina Dex), Jobber Ketapang (Pertalite),TBBM Samarinda (Pertamax, Pertalite, dan Solar), TBBM Banjarmasin (Pertamax dan Pertalite), TBBM Makasar (Pertamina Turbo) dan Instalasi Medan Group ( Solar dan LPG). Seluruh depot kritis tidak menimbulkan kelangkaan BBM dikarenakan sudah diantisipasi dengan pengalihan BBM dari depot terdekat serta sudah ada rencana suplai selanjutnya. Sedangkan untuk pendistribusian BBM dan LPG secara umum/nasional berjalan normal. Untuk rencana Mogok Kerja sebagian Awak MT 19-26 Juni 2017 di wilayah Region II dan III Jakarta, PT Pertamina (Persero) telah melakukan langkah – langkah antisipasi.

Update terkait antisipasi Pendistribusian BBM per 19 Juni 2017:
1) Telah beroperasi total 36 Kiosk Pertamax di wilayah MOR III dan IV.
2) Telah beroperasi 2 serambi Pertamax di Cipali km 102 dan km 228.
3) Rencana 8 Unit serambi Pertamax tambahan yang akan beroperasi pada tanggal 20 Juni 2017.
4) Motor Pertamax sebanyak 31 unit siap beropersasi.
5) Hingga hari ini Jalur Tol Fungsional Trans Jawa dan Trans Sumatera belum dapat dioperasikan

Proses penyaluran BBM dan LPG juga berjalan normal dan lancar (BBM jenis Premium: 22,35 hari; Solar: 25,77 hari; Pertalite: 21,71 hari; Kerosene: 86,0 hari; Pertamax: 19,23 hari; Pertamax Turbo: 28,87 hari; Pertamina Dex: 32,45 hari; LPG: 16,06 hari dan Avtur 28,11 hari).

Realisasi Pendistribusian BBM Tahun 2017 dari H-15 s.d H-6 kenaikan yang signifikan terjadi pada hari ke 07 (H-9) dengan kenaikan sebesar 64% apabila dibandingkan dengan realisasi pendistribusian BBM tahun 2016 pada periode yang sama. Pada hari ke-10 (H-6), terdapat penurunan sebesar 18%.

Pada sektor ketenagalistrikan secara nasional beban puncak siang sebagian besar dalam kondisi normal. Sistem kelistrikan wilayah kondisi normal sebanyak 21 daerah (cadangan cukup) dan 2 daerah dalam kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu Sorong + Papua Isolated dan Jayapura. Secara keseluruhan total pasokan nasional sebesar 40.265,86 MW. Beban puncak sebesar 33.249,47 MW sehingga cadangan operasi sebesar 7.072,22 MW.

Sedangkan untuk sektor kebencanaan Geologi, monitoring menerus terhadap Gunung Sinabung dengan tingkat kegiatan level IV (Awas), Terekam 3 kali aktivitas letusan pada tanggal 19 Juni 2017 (pukul 12.05, 12.10, dan 12.47 WIB). Sementara itu telah terjadi gempa bumi sebanyak 2 (dua) kali yaitu di perairan barat laut Bima, Nusa Tenggara Barat pada hari Senin, 19 Juni 2017 sebesar Magnitudo 5 dan di perairan sebelah timur Pulau Seram, Provinsi Maluku pada hari Minggu, 18 Juni 2017 sebesar Magnitudo 5.0. Gempa bumi di kedua daerah tersebut tidak menimbulkan tsunami karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan dislokasi bawah laut. (DEP). (sumber.esdm)

Share.